Blogger Tricks

Archive for February 2014

Sahabatan, atau Pacaran?


Dalam sebuah kehidupan, baik yang bagus, maupun yang buruk, pasti kalian punya yang namanya sahabat. Sahabat adalah teman yang ( terlalu ) dekat dengan lo. Baik yang berlawan jenis, atau sesama jenis. Dan, pasti, banyak dari orang yang memiliki sahabat lawan jenis, dan orang itu memiliki perasaan dengan sahabatnya itu sendiri. Dan, tentunya, pasti banyak yang bingung, apakah dia mau mengungkapkan perasaannya itu, atau hanya dipendam saja demi persahabatannya tetap berlangsung.

Diantara apa kalian mau sahabatan saja, atau mau jadian, memang sulit untuk memutuskannya. Banyak resikonya jika kalian mau mengungkapkan perasaannya, dan banyak sakitnya kalo kalian menahan perasaan itu sendiri.

Jika kalian memilih untuk mengungkapkan perasaan kalian, dan ( jika diterima ) jadian dengan orang itu, enaknya, lo bisa bebas berduaan dengannya, bisa ngasi sesuatu, bisa saling ngomong sayangn, namun kalian akan kehilangan sebuah sahabat. Biasanya, terkadang seseorang yang awalnya dari sahabat menjadi seorang pacar, mereka akan "sedikit" berubah. Seperti, kita gak bisa curhat lagi terlalu terbuka dengannya. Apa itu masalah cewek/cowok lain, apa masalah sekolah. Apalagi, kalau dia sensitif orangnya. Bagi beberapa orang ( yang beruntung ), itu tidak berlaku. Mereka masih dapat saling curhat akan sesuatu, seperti "pacaran seperti sahabatan".

Jika kalian memilih untuk tetap sahabatan dan "menahan" perasaan kalian agar tidak diungkapkan, sakitnya itu, ketika dia curhat akan seorang yang lain yang dia ada perasaan, mending kalau hanya naksir, kalau sayang? Sakitnya bisa dalam, banget. Setiap hari dengar "actual info" tentang doinya dia, dan malah terkadang, kalo ada "bad actual info", ketika sahabat lo itu kesal/badmood sama doinya, hati lo mungkin merasa sedikit lega. Terkadang juga lo akan merasa kasihan sama dia, dan memilih untuk memberi saran, atau hanya mendengarkan ia bercerita. Semua cerita itu terkadang menjadi bor di hati lo, atau justru akan menjadi perban untuk hati lo.

Tapi yang sulit adalah, ketika dia jadian, dan lo sayang sama sahabat lo itu. Kemungkinan kecil kalo lo mengungkapkan perasaan hati lo ke dia, dia tidak akan menjauh dari lo. Tapi kemungkinan besar, Ia akan menjauhi lo karena, apa takut dianya selalu nyakitin hati lo karena curhatnya dia yang selalu tentang doi dia, yang tentu saja akan menyakiti hati lo. Atau, karena emang enggak mau kehilangan sahabatnya itu, dia tetap masih curhat akan doi dia, dan tentunya, meminta saran, atau hanya untuk didengarkan. Jika lo emang cuek orangnya, ini memang akan menguntungkan lo. Biasanya, orang yang cuek memang cocok dalam "misi" seperti ini. Karena, kalau dia cuek, biasanya pemikirannya akan "Ah, biarin aja deh. Yang penting kan perasaan gue ke dia dan dia masih apresiasiin gue karena enggak dijauhin". -_-


Enggak banyak lagi yang bisa gue tulis di post ini. Semoga kalian bisa enjoy apa akan yang saya tulis di sini. Happy writing, and ciao! :D

Thursday, 27 February 2014

@SPANSABLPG


Sekolah. Banyak orang yang bilang tempat ini akan membosankan, namun ada juga yang bilang terlalu seru untuk menjadi sebuah tempat tinggal sementara.
SMP Negeri 1 Bandarlampung, atau biasa disebut Spansa, kebanyakan, adalah rumah kedua gue. Rumah untuk belajar, rumah untuk berisik. Kebanyakan teman-teman gue, baik teman main, teman buat ngiseng, teman curhat, semua ada di rumah itu. Tempat untuk menyendiri, tempat untuk beramai-ramai bercanda, dan saling tertawa. Bahkan, bagi beberapa orang, Spansa ini bisa dibilang sebagai tempat internet gratisan. -_-

Banyak pengalaman yang gue dapat selama bersekolah di sana. Dari masa gue baru lulus SD dan tau-tau udah duduk di kursi baru, di kelas baru, dan sekolah baru, sampai masa-masanya udah mau ujian-dua-puluh-paket-dengan-barcode. Gue banyak belajar. Dan tentunya, perubahan akan diri sendiri. Perubahan itu banyak, tak terhitung. Dari jalan hidup, kecuekan akan nilai ulangan remedial, hubungan persahabatan, dan tentunya... Cinta.

Dulu, gue merasa kalau untuk menuju tangga tingkatan kelas di SMP yang paling atas, atau kelas 9, akan terasa lama. Gak taunya, gue ngerasa dua setengah tahun lebih di Spansa ini terasa berlalu terlalu cepat. Andaikan kalau SMP itu kayak SD, bisa sampai 6 kelas, mungkin enak aja, selama 6 tahun, gue akan meluangkan waktu 7 sampai 9 jam dalam sehari di sekolah ini, yang kebanyakan waktu itu gue habiskan dengan ngobrol, atau main, daripada ngantuk karena memerhatikan penjelasan guru di depan, dan jika udah pulang sekolah, biasanya bakal ke lokasi tiap hari gue ngobrol dengan teman gue. -_-

Dan persahabatan, gue baru di SMP ini benar-benar punya sahabat. Kadang curhat, kadang iseng-iseng, kadang suka ketawa bareng, dan banyak lagi. Mereka seperti tambahan bagian hidup gue. Dan gue kenal mereka padahal baru satu setengah tahun lalu. Memang gue pernah terjerumus dalam masalah yang membuat gue dan seorang sahabat gue menjauh, namun gue bisa balik sahabatan lagi dengannya. Dan sekarang, dia selalu curhat ke gue akan masalahnya. Dan saking dekatnya, terkadang banyak orang menyangka kalau gue sama dia itu pacaran. ( Iya, berlawanan jenis soalnya. ) -___-

Dan, sahabat gue yang pernah mengenalkan komik rage face dan meme ke gue. Semenjak dia dekat sama gue, sekarang gue fanatik banget yang namanya rage face dan meme itu. Terkadang tiap hari buka website komik ( seperti 1cak.com dan memecenter.com ). Kalau terkadang ada unsur kehidupan yang lucu, akan dikaitkan dengan sebuah meme. :))

Ini ngebuat kangen masa-masa ketika masih di pertengahan diantara para kelas junior dan senior di sekolah.

Dan di kelas 9 ini, belakangan ini gue dekat dengan beberapa adik kelas. Berawal dari gue kelas 8, gue dekat dengan seorang adik kelas. Kadang curhat, kadang lucu-lucuan. Dan akhirnya, berawal dari pertama kali pertemuan eskul jurnalistik, gue mulai dekat dengan beberapa adik kelas lainnya, dan mereka ini memang teman dekatnya teman gue.

Dan, soal guru-guru di Spansa ini, banyak yang buat gue salut. Seperti guru PKn gue. Biar dia udah tua, bahkan dari jaman sepupu gue yang meluangkan 3 tahun di Spansa juga dari tahun gue lahir, dia masih keliatan aktif banget ngajarnya. Setiap bab, pasti akan diberi catatan berupa print-out kertas, dan ulangannya gak bakal beda jauh dari yang di sana.

Kalau ada guru yang enak, tentu saja ada guru yang gak enak. Seperti, guru matematika gue. Membingungkan untuk menjelaskannya gimana, tapi intinya: ngajarnya gak enak dan buat bingung dan buat selalu menguap karena sulit mencerna tulisan-tulisan di papan tulis. -_-

Namun, ada juga guru yang ngasi banyak kebebasan terhadap muridnya, seperti guru TIK/komputer gue. Gue suka cara mengajar dia. Termasuk, kalau ulangan, terkadang ada sistem "jual diskon", yang diskon itu didapatkan dari hasil jawab-pertanyaan, yang terkadang sulit pertanyaannya. Diskon itu sendiri digunakan untuk banyak bonus, apalagi ketika ulangan. Wkwk :))

Dan, Spansa juga, pulangnya bisa dibilang terlalu sore. Jika biasanya SMP lain pulang jam dua-an, ini bisa sampe jam 3an. Emangsih, buat capek, tapi capeknya ini bisa jadi alasan "Mama, aku mau tidur aja. Aku capek, mau istirahat" terus :p

Dan terakhir, tentang kelas terakhir gue di Spansa, "Fearless", atau kelas 9.3. Sama halnya kaya kelas gue dulu, ada enaknya dan enggak enaknya. But to be honest, baru di kelas ini yang anak-anaknya para kocak, dan bisa menambahkan mood. Dengan berwalikelaskan ibu Flora, guru agama Islam. Terkadang sih, ridiculous ( menggelikan ) juga, karena setiap hari pasti ada sebuah hal yang dapat ditertawakan. Dan juga, gue salut kelas ini setiap beberapa minggu, atau setiap bulan, melakukan kegiatan rutin seperti saling jujur ke sekelas.

And so far, itu aja tentang SMP gue. Thanks for reading :D
Monday, 24 February 2014

"After the Rain"


Setelah hujan, biasanya keadaan lingkungan sekitar kita akan menjadi segar. Biasanya juga, bakal jadi penuh genangan air tawar ( atau terkadang, air asam ). Dan biasanya, di saat inilah, para orang-orang biasanya, akan duduk di kursi, sembari menikmati secangkir kopi dan ngemil kue. Atau, terkadang, bakal duduk dengan di depannya terdapat jendela yang memperlihatkan tetesan air yang jatuh dari puluhan kilometer di atas langit.

Di masa hujan kayak gitu, biasanya banyak orang bakal galau. Apa karena hujan adalah cermin dari perasaan seseorang, terkadang, atau di saat yang kebetulan, ketika mereka emang sedang galau, tiba-tiba hujan turun. Perfect timing, sometimes, hanya untuk orang yang beruntung kalau bisa begitu. Terkadang, lagu yang cocok juga adalah lagu yang seirama dengan tetesan air hujan, atau, suasana sunyi yang dihiaskan dengan suara.... Isakan.

♬After the Rain, composed and sang by Adhitia Sofyan.

If I could bottled the smell of the wet land after the rain
I’d make it a perfume and send it to your house
If one in a million stars suddenly will hit satellite
I’ll pick some pieces, they’ll be on your way

In a far land across
You’re standing at the sea
Then the wind blows the scent
And that little star will there to guide me

If only I could find my way to the ocean
I’m already there with you
If somewhere down the line
We will never get to meet
I’ll always wait for you after the rain


Link for Song: Here.

Gue suka lagu satu ini yang dibuat, dan dinyanyikan oleh seorang gitaris Indonesia, Adhitia Sofyan. Menceritakan seseorang yang sedang ( dan selalu ) waiting seseorang, dengan tema sehabis hujan di pantai. Memangsih, cocok. Ketika hujan, pasti di suatu tempat akan sepi banget, kan? Makanya, sehabis hujan dengan aroma udara yang segar dan bisa dijadikan parfum.

Sekarang fokus ke topik.

Dan soal "After the Rain" sebenarnya yang gue maksud sekarang, adalah ketika seseorang yang meneteskan air mata. Nangis itu bisa sama dengan hujan. Dan tentang "ketika seseorang sesudah nangis, mereka akan merasa lebih lega", gue setuju, ada kaitannya dengan hujan juga. Ketika mulai hujan, awal-awal gerimis dulu, atau sama ketika mengeluarkan tetes pertama air mata. Lama-lama akan menjadi deras, dan di mana saatnya seseorang juga tidak bisa menahan perasaan hatinya yang terlalu sakit untuk dijelaskan. Hingga lama kemudian, hujan akan menjadi gerimis dan akhirnya berhenti, atau sama saja, ketika seseorang mulai lega perasaannya dan mulai berhenti nangis. Dan ketika hujan sudah berhenti, keadaan sekitar sudah segar, sama saja ketika lo nangis, keadaan di hati biasanya akan lega.

Alasan seseorang menangis itu bisa bermacam-macam. Persahabatan, keluarga, hubungan. Bahkan, candaan, sebuah kalimat, atau sebuah kata, bisa memancing air mata. Jangan bilang enggak buat nangis itu mudah. Jangan bilang menahan perasaan itu mudah. Menahan itu sulit, menahan kesabaran, menahan sebuah meteor yang jatuh dari ratusan kilometer dari langit, apalagi.

Menahan amarah aja sulit, apalagi menahan kesedihan. Anggapkan hati itu tempat minum. Kalau diisi air panas, atau amarah, tempat minum itu akan semakin panas, dan jika diisi terlalu penuh dengan air panas, air panas itu akan tumpah, sama dengan hati. Gak bisa diisi amarah terlalu banyak. Sama hanya dengan galau, atau air dingin. Dan itulah hati, gak bisa diisi dan menahan terlalu banyak amarah, atau perasaan galau. Jika terlalu berlebihan, pasti akan dikeluarkan dalam bentuk ngamuk, atau dengan mengeluarkan hujan deras dari mata.

Setiap orang memiliki kapasitas isi perasaan hati yang berbeda. Ada yang emang bisa sampe sebanyak galon air minum, ada yang cuma sekecil tutup botol minum. Itu kenapa ada kata "sensitif" dan "tidak sensitif" di kehidupan kita. Orang yang tidak sensitif, atau cuek, biasanya biarpun kapasitas hatinya kecil, gak akan mudah terisi dengan perasaan. Jadi, yang cuek ini akan kebal dari banyak candaan dan kata-kata yang biasanya menyakitkan. Tapi, belum tentu dia akan tahan dengan serangan perasaan sakit yang terus menerus setiap hari. Setiap manusia pasti pernah marah, atau sedih. Coba aja lo lemparin batu ke kayu. Mau seberapa tebal dan seberapa kuat batu tersebut, lama-lama, akan hancur si kayu tersebut karena tekanan dari batu. Sama aja kayak hati.

Hati juga terkadang gak bisa diprediksi untuk menangkap "serangan menyakitkan", atau hanya melepaskannya saja. Maksudnya, ketika lo misalkan bercanda terhadap suatu hal ke orang lain, kita gak bisa tau, apa orang itu akan ketawa, atau justru malah tersinggung. Jadi, jangan anggap candaan yang lo pake ke satu orang, akan mengundang tawa terhadap orang yang lainnya.

Dan, kali ini, itu aja yang pengen gue post. Cyao all later! :D
s
Thursday, 20 February 2014

Pilihan Jalan Hidup: Eksis, atau Anti-social


Jadi, kalian tau apa itu eksis, atau anti-social? Yap. Eksis itu populer, anti-social itu gak populer. Eksis itu kece, anti-social itu biasa aja. Eksis itu menganggumkan, anti-social itu membosankan. Itu simplenya sih.

Orang yang eksis, kebanyakan biasanya orang yang dapat terbuka dengan publik. Atau, bisa karena dia kece, apa dia ganteng, atau karena sebuah sifat pada dirinya yang bisa membuat banyak orang tau akan orang tersebut. Mereka lebih suka suasana yang "berisik", dengan banyak orang di sekelilingnya untuk diajak ngobrol.

Sementara orang yang anti-social, biasanya orang yang sulit terbuka. Mereka lebih suka ketenangan, dan jarang untuk berkumpul dengan teman-temannya kecuali kalau memang diperlukan. Apalagi, orang yang pintar, namun pendiam. Apa emang aslinya enggak mau nyari teman karena sebuah alasan. Atau, karena jadi anti-social karena... "Capek" jadi orang eksis.

Memang banyak perbedaan diantara kedua itu. Terlalu banyak untuk dijelaskan. Namun, maupun eksis, atau anti-social, keduanya memiliki inti yang sama: yang penting masih bisa hidup untuk mengurus diri sendiri. Iya, mengurus diri sendiri. Kalo gak bisa, buat apa kita hidup? Dan juga, tentunya, memiliki pengaruh kepada kehidupan di masa sekarang, atau masa depan.

Sekarang, tentang eksis. Ada enaknya menjadi orang populer. Lo bakal banyak kenalan, teman. Banyak teman itu berguna banget, seperti ketika lo butuh bantuan contekan ketika ulangan, teman lo dapat dengan senang hati membantu lo dengan mudahnya, apalagi dari kelas lain. ( Tergantung orangnya gimana dulu, sih. -_- ) dan tentunya, apalagi yang ganteng dan kece, biasanya gampang untuk mendapatkan pasangan. Susahnya sih, menjaga sikap terhadap banyak orang itu wajib. Ketika terkadang lo melakukan kesalahan, baik kecil maupun serius, kalau udah nyakitin seseorang, atau banyak orang, bisa-bisa gosipnya udah kaya nyamuk bejibun. Cepat nyebarnya. Dan ujung-ujungnya, suara sorakan akan terdengar setiap kali lewat, karena kesalahan yang lo perbuat.

Kebanyakan, masalahnya itu seperti hubungan pacaran dan pertemanan. Misalnya, kalo lo mutusin seseorang, dan lo PHPin dia ( baik dengan sepengetahuan lo, maupun hanya si doi yang merasa saja, keduanya sama saja hasil akhirnya ), bisa-bisa lo malah bakal sulit mencari pasangan lagi, karena gosipnya terlanjur menyebar kalo lo itu PHP. Dan, ketika lo butuh bantuan teman, ketika udah ada gosip, atau emang fakta tentang lo yang udah nyakitin teman lo, baik fisik atau psikis, beberapa orang akan mencoba menjauh dari lo, karena mereka tidak mau untuk merasakan yang sama dengan temannya yang udah merasakan.

Dan juga, orang populer juga, biasanya ada yang tidak suka dengan orang populer itu tanpa disadari, tanpa diketahui orang itu. Biasanya, karena sifat, atau karena sebuah masalah.

Dan sekarang anti-social. Mereka ini spesies sosial yang lumayan jarang. Biasanya mereka itu terkadang cuek akan teman, gak peduli dengan apa yang terjadi dengan di sekitarnya, dan hatinya dingin ( bukan berarti orang anti-social itu dingin semua hatinya ). Rata-rata juga, mereka ini sering dibilang sombong dengan banyak orang. Karena, mereka lebih baik disapa daripada menyapa orang lain. Terkadang mereka jarang, bahkan hampir tidak pernah mencoba menyapa seseorang, bahkan yang berpapasan pun. Ini karena sifat natural mereka yang pendiam, dan cuek.

Anti-social juga, terkadang mereka ini "agak terbebas" dari bahaya gosip. Bukan berarti anti-social memang benar-benar gak bakalan digosipin. Tapi, mereka lebih bebas dengan kehidupan mereka sendiri. Terkadang, mereka gak suka kalau diganggu terlalu banyak. Juga, mereka gak terlalu peduli soal pacaran. Ada sih, anti-social yang pacaran. Tapi menurut pengalaman gue dengan orang anti-social, ini hanya terkadang saja terjadi.

Ada teman sekelas gue yang curhat ke gue, "Kalo gue sekarang suka dibully, suka dikongek, mending nanti SMA gue jadi anak yang pendiam, dan gak kepengen punya teman dan.... Pacar."

Menurut gue, itu sulit. Mengapa?

Takdir. Iya, seseorang yang udah terbiasa menjadi eksis, atau anti-social, mereka akan sulit untuk "berpindah pilihan jalan hidup". Ini bakal butuh waktu lama, kalaupun bisa. Karena faktor keadaan yang sudah terbiasa mereka jalankan sejak dari kecil hingga sekarang. Orang yang udah terbiasa kesepian ( atau, dia lebih menikmati ketenangan ), sulit untuk beradaptasi dengan keadaan dia nanti yang ramai. Ujung-ujungnya, mereka akan kangen dengan keadaan mereka yang selalu tenang. Orang yang udah terbiasa dengan keramaian dengan bermacam-macam bahan obrolan, akan sulit dengan keadaan dia nanti yang akan selalu kesepian. Mereka akan merasa terlalu kesepian untuk menjadi seorang manusia.

Kecuali, kalau memang mereka berniat untuk berubah. Dan, kalau mereka sudah tidak tahan karena pilihan hidup yang salah.

Memang, ribet, sebenarnya. Memilih pilihan jalan hidup seperti ini itu kayak memilih jurusan saat kuliah. Salah-salah, harus mengulang dengan awal yang baru lagi. Atau, terpaksa menjalankan dengan sulit dan selalu kepayahan.

Gue sendiri, pengalaman gue akan merubah pilihan jalan hidup, ternyata memang sulit. Gue ingin menjadi seseorang yang enggak diganggu banyak orang. Namun percayalah, perasaan lo lama-lama akan kangen dengan semua gangguan itu.

Gue pernah dengar, ada orang yang menjalankan hidupnya dengan "pilihan hidup setengah-setengah". Maksudnya, ia terkadang dapat eksis di waktu tertentu, dan ia akan menjadi anti-social di saat moodnya yang tidak pas untuk banyak orang di sekitarnya. Biasanya, orang seperti ini moody. Tapi gue salut, bisa yah kayak gitu. -_-

Untuk ini, segini saja post tenang eksis atau anti-social ini. Dan, maaf jika ada yang merasa tersinggung karena tulisan-tulisan di atas. Later again, fellas! ;)
Wednesday, 19 February 2014

What is "Being a Teenager"?


Masa remaja. Di mana masa hidup kita untuk beralih menjadi dewasa, dan meninggalkan masa kanak-kanak. Masa di mana ingin lebih diperhatikan. Masa di mana keinginan akan ini itu lebih banyak. Masa di mana, akan lebih sering kena marah karena "kepengen hidup bebas". -_-

Kebanyakan sih, masa remaja kita dihabiskan dengan belajar. Apalagi, sekolah. Jika masa kanak-kanak kita belajar enggak selama masa remaja, yang misalnya, dari yang biasanya pulang jam 12, jadi sering pulang jam 5 sore, misalnya, dan masa dewasa nanti, kita dituntut untuk belajar lebih lama lagi, kita harusnya bersyukur, masa remana ini masih di tengah-tengah jalan kehidupan.

Banyak yang mengeluh karena masa remaja ini. Ada yang kebanyakan stress sendiri karena Ujian Nasional ( gue, misalnya ), ada yang stress karena persahabatan gak segampang dulu lagi, juga, stress karena... Cinta.

Cinta di masa remaja, ada yang menggangapnya seperti "cinta monyet", bahkan ada juga yang sudah menganggap cinta pada masa remaja itu udah kaya cinta anak kuliahan. Ini, tergantung oleh orang masing-masing, sih.

Yang namanya masa remaja, kebanyakan orang pasti mengganggapnya "menyakitkan selalu". Menurut gue juga sih, memang sebenarnya menyakitkan, tapi asal dijalankan dengan baik, dan sabar, pasti ada happynya kok ;)

Jaman sekarang juga, banyak anak remaja yang udah terlalu terjerumus dengan kehidupan orang dewasa. Mereka udah berani ngelawan orang tua, udah berani pulang terlalu sore ( yang biasanya alasannya "bosen di rumah" ). Ini sebenarnya agak normal, karena emang sifat natural remaja untuk beralih dewasa. Mereka ada keinginan untuk hidup sendiri, tanpa panduan.

Panduan bagi anak remaja dari orang tua itu, terkadang hanya dianggap ucapan yang salah untuk diri mereka.

Ambil contoh simple, kalian terkadang pasti gak mau belajar kan, biarpun udah disamperin berulang kali. Beruntung yang orang tuanya cuek mau anaknya belajar apa enggak, lah, kalo orang tua yang tiap menit masuk ke kamar anaknya buat nyuruh anaknya belajar, dan mau sampe pintunya jebol dibuka-tutup terus, gue yakin, tiap hari bakal ada suara kucing berantem kejepit pagar di rumah lo. -_-

Dan soal persahabatan di masa remaja, pasti udah ada yang namanya kehilangan teman. Kebanyakan, karena emang temannya udah lupa sama teman lama karena teman baru ( apalagi abis pas kenaikan kelas, dan ada dua teman pisah kelas ), atau karena masalah tikung-tikungan, dan lain-lain. Masa remaja ini, persahabatan adalah salah satu hal penting dalam hidup. Jangan harap, teman baru dapat buat lo lebih baik. Justru terkadang, mereka akan buat lo makin buruk.

Ada persahabatan yang dari jaman SMP bakal longlast sampai kalian dewasa nanti. Kalo kalian emang saling cocok, teruskan persahabatan itu. Maksud gue cocok itu, misalnya cocok karena emang yang satunya humoris, dan satunya punya selera humor yang bagus, atau yang satunya suka curhat-curhat, satunya advicer atau listener yang baik.

Dan juga, di masa remaja ini, banyak orang yang mencoba "apa itu pacaran?". Bagi beberapa orang, pacaran itu adalah mencari yang cocok. Ada yang fungsinya sebagai "teman agar tak kesepian, dan agar dianggap". Namun jugasih, ada yang pacaran hanya untuk memanfaatkan rasa sayang seseorang untuk egoismenya sendiri.

Pacaran sendiri menurut gue, memang gak sepenting pertemanan, namun tetap aja penting. Pacaran juga bukan masalah perasaan juga, tapi masalah kecocokan, dan respek diantara kedua orang itu.

Ada yang pacaran namun kayak sahabat. Selalu curhat apa isi hatinya, gak peduli apa itu masalah hubungan mereka sendiri, apa masalah pribadi. Bisa dibilang, saling jujur.

Dan soal "jujur", kejujuran adalah hal paling penting dalam kehidupan, bagi gue. Apalagi, hubungan pacaran dan persahabatan. Jujur itu simple, tapi emang terkadang menyakitkan, tapi tak seberapa menyakitkan dari satu sampai puluhan kebohongan yang lo berikan ke seseorang. Simplenya juga, lo gak perlu mikir-mikir lagi alasannya apa. Tinggal ucapkan, selesai. Memang terkadang sulit karena faktor perasaan di hati. Atau justru terkadang malah akan mengakhiri suatu hubungan.

So far, ini aja dulu post pertama dari blog ini. :D

Time of the World

Blogger TemplatesMy Blogger TricksAll Blogger Tricks

Pageviews

Video Bar

Loading...
Powered by Blogger.

- Copyright © Life of a Teenager -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -