Blogger Tricks
Friday, 28 March 2014


Kenapa kalau kita semakin tua umurnya, maka semakin “sulit” kehidupan kita? Apalagi, ketika lo di sebuah keluarga, lo anak yang paling tua. Atau bisa dibilang: anak sulung. Apalagi juga, kalau lo punya adek banyak. Krik-_-

Dan biasanya, anak sulung juga kebanyakan yang diminta tolong, kebanyakan disuruh, dan kebanyakan kena marah. Sementara adek-adek hanya diam menonton TV atau asik dengan komputer. Atau, ketika adek ingin meminjam HP lo, saat lo sedang asiknya chat sama gebetan, dan lo gak ngasi, adek lo lapor orang tua, orang tua marah, katanya harus dikasi HPnya, dan dikembaliinnya ketika gebetan sudah sulit untuk dikontak ( kaya ketika ia waktu belajar, misalkan ). Ini…. *dafuq facepalm.

Dan karena adek sering digituinlah, jadi setiap hari ia minjem harus dikasi. Alhasil, kadang resikonya bisa jadi PDKT gagal karena tiap hari beberapa jam berlalu yang seharusnya digunakan untuk menanyakan kabar atau sekedar chat, karena HP dipake main adek buat main Pou.

Atau kasusnya kaya ada teman gue. Adeknya yang berbeda umurnya dua tahun dengannya, malah adeknya kaya sebagai “yang lebih tua” daripada kakaknya. Setiap hari, HPnya dipinjam. Katanya sih, buat chat sama temannya di BBM juga dari HP dia. Cuma aja, dipinjamnya gak nahan, sekali make bisa kurang-lebih setengah jam, bahkan kalau ada notifikasi BBM untuk kakaknya pun enggak dihiraukan. Terkadang inilah yang merugikan juga, karena.. Siapatau aja BBM yang masuk itu penting bagi kakaknya, seperti info untuk ulangan, atau kisi-kisi untuk ulangan, atau juga, dari gebetannya. Mending kalau cuma sekali. Kalau berkali-kali? Bisa berapa jam itu. Mending juga kalau dipinjamnya baik-baik, ini kalau diminta balik aja, ujung-ujungnya main tabok-tabokan atau cakar-cakaran. Krik.
*permanent dafuq facepalm.

Dan anak yang paling tua adalah anak yang harus selalu mengalah kepada adiknya. Baik adiknya salah juga, pasti bilangnya, “Mamaaa, kakaknya nakaaal!”. Emangsih, kebanyakan orang tua sebenarnya cuek karena itu. Tapi kesal juga kalau setiap apa-apa dengar kata-kata itu melulu. Bosen. Dan mengalah juga, karena biasanya, adik-adik yang saling sebaya akan lebih membela temannya yang sebaya daripada kakaknya. Misalkan, kaya gue baru main PS2 setengah jam. Dibilangnya….. Satu jam.
Dalam hati, gue bilang “Ndasmu satu jam!”.
Namun sialnya, karena dibandingkan gue yang paling tua SMP sendiri di situ, dengan adek-adek gue beserta sepupu gue yang berjumlah 5 orang, pada ribut semua, “Udah satu jam itu daritadii!”, gue langsung lawan aja, “Aih, orang baru setengah jam segini geeeh. Kok semau coba..”, dan itu berlanjut sampai lima menit kemudian yang dimenangkan oleh 5 adik gue. Mereka main sampai malam. Krik.
*double permanent-statue dafuq facepalm.

Dan, untuk urusan makanan juga. Berhati-hatilah kalian kalau membawa sebungkus makanan untuk cemilan pribadi. Karena terkadang, cemilan itu, kalau diliat adek lo, bisa habis dalam sekejap. Mending kalo habis sama balita yang emang unyu, lo mungkin bisa maklum. Tapi kalo sama adek-adek yang rakus yang kerjaannya juga jajan tiap hari, sudahlah. Kabur.

Dan terakhir yang gue tau, dan yang paling ngeselin: adek kepo soal privasi.
Setiap gue kadang chat sama teman gue, yang cewek, terkadang kalo adek gue liat nama chatnya, pasti bakal di cie-ciein. Dan juga bakal jadi gosip tersendiri di kalangan anak kecil.
Percayalah, anak kecil itu gossipnya aneh-aneh, tapi bisa parah dan frontal.
Seperti gue dulu, adek-adek gue pada ngumpul, sambil nonton TV dan.. Ngegosip tentang teman-teman sekolahnya. Gue cuma nonton dan mendengarkan aja. Dan tau-tau, ada seorang adik gue bilang, "Eh, tau enggak, si itu katanya pernah ciuman coba masa si itu". Adek-adek gue semua langsung respon "hiiii" dan ketawa. Gue cuma bisa... Diem dan, "Kayaknya dunia ini makin aneh deh. Anak kecil aja udah tau kayak gituan. Krik."

Balik ke masalah privasi. Adek itu suka yang namanya bongkar bangkir privasi. Dan kebanyakan bakal dijadiin kongkean. Dan ujung-ujungnya sampai ke orang tua. Yang sial itu kalau ada orang lagi pacaran, tapi orang tuanya enggak bolehin. Ada adeknya yang iseng buka HP, lalu nemu chat kakaknya dengan pacarnya. Ketika HP mau diambil si kakak, tau-tau adek ngongek, "cieee kakaaak pacaran yaaah?", tentu aja si kakak cuma bisa.. Gondok dan diem.

Mending kalo adiknya udah enak diajak kompromi dan bisa diam. Kalo ia frontal? Tamat sudah. Gak lucu ajasih, alasan putusnya..

"Maaf yah sayang, aku mau putus aja.."
"Kenapa memangnyaaa? Apa aku ada salah? Atau ada apa gitu? Bilang sama aku dooong. Jalannya kan enggak harus putus kan..."
"Karena... Adek aku yang frontalin ke orang tua aku kalo aku pacaran sama kamu"
*di chat hening sementara...

Mungkin itu saja dulu yang gue tulis untuk kali ini. Cyao all!

Leave a Reply

Time of the World

Blogger TemplatesMy Blogger TricksAll Blogger Tricks

Pageviews

Video Bar

Loading...
Powered by Blogger.

- Copyright © Life of a Teenager -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -