Blogger Tricks
Wednesday, 19 March 2014


Oke. Kucing.
Kucing adalah hewan yang bisa dibilang.. Unyu. Dibandingkan dengan anjing yang kalo gue mau sejinak apapun, kalau dia mendekat, gue akan kabur. -_-

Kenapa gue sekarang ini ngebahas tentang hewan mamalia darat yang bernama "cat" ini? Karena...

Sebenarnya, menurut gue aja, kucing itu kehidupannya... Mirip manusia. Cuma aja, lebih kebanyakan "sakit"nya daripada enaknya.

Kucing, ketika mereka sedang "meong-meong", dan nada suaranya sedih, seperti nangis. Atau, ketika lo sedang bermain-main dengan anak kucing, dan ujung-ujungnya anak kucing itu ngikutin lo sampai masuk rumah. Lo malah ngunci anak kucing itu dari luar, dan.. Anak kucing itu dengan setianya nunggu di depan pintu sampai pintu itu dibuka, atau kebanyakan kucing itu akan pergi buat melakukan sesuatu yang lain.

Namun yang perlu dikasihani ketika kucing itu dengan setianya nunggu di depan pintu. Memang, kucing tidak memiliki perasaan, namun mereka punya rasa. Rasa untuk ingin disayangi, rasa untuk ingin dilindungi, dan rasa untuk diperhatikan. Itu kenapa, ketika lo sedang bermain-main dengan kucing, dan kucing itu keliatannya excited banget dengan lo, itu tandanya, mereka merasa disayangi dan diperhatikan, biar berbeda spesiesnya.

Itu kenapa, banyak kucing kampung juga sering datang ke rumah, bahkan sampe masuk rumah lo tiap hari, kalau lo suka main dengan kucing yang sama tiap hari. Terkadang malah kucing itu berguna: jadi pemburu tikus. Cuma aja kadang: hati-hati lauk buat makan lo abis dimakan kucing. -_-

Banyak kucing yang biasanya setia, bahkan kucing kampung pun bisa. Ambil contoh aja, kucing di rumah gue. Karena adek gue setiap hari mainan dan ngasi makanan ( yang dikasi potongan sosis yang masih beku, belum digoreng-_- ) ke kucing itu. Lama-lama, itu kucing jadi tiap hari mainan di rumah gue, bahkan aja, dia suka dengan setianya nunggu dielus di karpet ruang keluarga. Malah aja, dia sering ( dan sekarang, tiap hari ) tidur di belakang rumah gue. Adek gue ngasi nama kucing itu terlalu simple, hanya mengganti satu huruf saja: Pucing. Beruntung aja, dia gak pernah boker sembarangan. Paling banter aja dia ngotorin rumah, sekali muntah di lantai dalam rumah. -_-

Tiap malam, ia pasti duduk di pintu, di dekat gudang di dapur. Untuk menunggu "target" berupa hewan kecil yang bisa menggigit dan menghancurkan apa saja yang ingin ia makan ( tikus, maksudnya ). Beruntung karena kucing itu, gak ada tikus yang berkeliaran di dalam rumah gue. Cuma aja, pernah ayam teriyaki gue dimakan abis sama dia diam-diam -____-

Sekarang, kenapa kucing bisa setia banget?
Karena kucing enggak punya pikiran, kan? Kucing hanya bisa merasakan. Jadi, kalau udah sekalinya dia "sayang" sama seseorang, dia akan setia asli.

Beda dengan manusia, rasa "sayang"nya dapat berubah-berubah. Karena adanya "hati yang dapat semau hidup mengganti nama yang tergantung kuat di dirinya".

Kucing juga ada yang hidup enak. Kalian taulah, kucing peliharaan yang harganya bisa jutaan rupiah per ekor. Makanannya Pedigree, atau Whiskas, bukan somai bekas gigitan karena enggak habis dimakan. Kucing kaya gini itu enak, tiap bulan dirawat di salon, gak bisa dicuekin, dan kadang juga, dia bisa melakukan sesuatu semau hidupnya. Kaya tiduran di kasur majikannya, atau boker sembarangan di karpet kamar mandi, misalkan.

Kalau kucing kampung yang jadi peliharaan? Bisa-bisa aja. Lah, tadi, contohnya si Pucing. Udah kaya hewan peliharaan di rumah gue dia. Dikasi makan ( biarpun hanya nasi dicampur lauk sedikit sih ), suka dielus, dan kadang juga dimainin-mainin.

Jujur gue selalu kasian sendiri kalo liat kucing lagi "sedih". Seperti yang gue bilang sebelumnya, ketika mereka "berisik", meong-meong ke sana kemari. Biasanya, kucing yang kaya gini lagi nyariin anaknya, atau emang karena laper belum makan. Kalo udah gitu, biasanya gue elus aja. Tapi awas, jangan sampai dicakar. Kucing juga bisa kaya manusia, ketika lagi emosi, mereka enggak mau diganggu. Ketika diganggu, emosinya meledak, dan ujung-ujungnya nyerang.

Jadi, kalau kucing aja bisa setia banget sama tuannya biar ia kadang "kesiksa" karena tuannya yang kadang cuek, atau kadang gak dikasi makan..
Kenapa kita tidak bisa setia terhadap sesuatu, atau seseorang? Biar keadaanya sulit sekalipun, bahkan terkadang harus menyakiti diri sendiri.

Itu aja yang gue tulis kali ini. Maaf kalo ada yang kurang berkenan. Dan maaf juga kalo memang tulisannya berantakan. Karena nulisnya di tengah malam, sih. Cya later all! ;)

{ 2 comments... read them below or Comment }

  1. Thank you so much for the analysis. I'm never realized that my cat has it owns reasons and stories behind its habit. Keep develop your ability in writing! Xoxo

    ReplyDelete

Time of the World

Blogger TemplatesMy Blogger TricksAll Blogger Tricks

Pageviews

Video Bar

Loading...
Powered by Blogger.

- Copyright © Life of a Teenager -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -