Blogger Tricks
Monday, 24 February 2014


Sekolah. Banyak orang yang bilang tempat ini akan membosankan, namun ada juga yang bilang terlalu seru untuk menjadi sebuah tempat tinggal sementara.
SMP Negeri 1 Bandarlampung, atau biasa disebut Spansa, kebanyakan, adalah rumah kedua gue. Rumah untuk belajar, rumah untuk berisik. Kebanyakan teman-teman gue, baik teman main, teman buat ngiseng, teman curhat, semua ada di rumah itu. Tempat untuk menyendiri, tempat untuk beramai-ramai bercanda, dan saling tertawa. Bahkan, bagi beberapa orang, Spansa ini bisa dibilang sebagai tempat internet gratisan. -_-

Banyak pengalaman yang gue dapat selama bersekolah di sana. Dari masa gue baru lulus SD dan tau-tau udah duduk di kursi baru, di kelas baru, dan sekolah baru, sampai masa-masanya udah mau ujian-dua-puluh-paket-dengan-barcode. Gue banyak belajar. Dan tentunya, perubahan akan diri sendiri. Perubahan itu banyak, tak terhitung. Dari jalan hidup, kecuekan akan nilai ulangan remedial, hubungan persahabatan, dan tentunya... Cinta.

Dulu, gue merasa kalau untuk menuju tangga tingkatan kelas di SMP yang paling atas, atau kelas 9, akan terasa lama. Gak taunya, gue ngerasa dua setengah tahun lebih di Spansa ini terasa berlalu terlalu cepat. Andaikan kalau SMP itu kayak SD, bisa sampai 6 kelas, mungkin enak aja, selama 6 tahun, gue akan meluangkan waktu 7 sampai 9 jam dalam sehari di sekolah ini, yang kebanyakan waktu itu gue habiskan dengan ngobrol, atau main, daripada ngantuk karena memerhatikan penjelasan guru di depan, dan jika udah pulang sekolah, biasanya bakal ke lokasi tiap hari gue ngobrol dengan teman gue. -_-

Dan persahabatan, gue baru di SMP ini benar-benar punya sahabat. Kadang curhat, kadang iseng-iseng, kadang suka ketawa bareng, dan banyak lagi. Mereka seperti tambahan bagian hidup gue. Dan gue kenal mereka padahal baru satu setengah tahun lalu. Memang gue pernah terjerumus dalam masalah yang membuat gue dan seorang sahabat gue menjauh, namun gue bisa balik sahabatan lagi dengannya. Dan sekarang, dia selalu curhat ke gue akan masalahnya. Dan saking dekatnya, terkadang banyak orang menyangka kalau gue sama dia itu pacaran. ( Iya, berlawanan jenis soalnya. ) -___-

Dan, sahabat gue yang pernah mengenalkan komik rage face dan meme ke gue. Semenjak dia dekat sama gue, sekarang gue fanatik banget yang namanya rage face dan meme itu. Terkadang tiap hari buka website komik ( seperti 1cak.com dan memecenter.com ). Kalau terkadang ada unsur kehidupan yang lucu, akan dikaitkan dengan sebuah meme. :))

Ini ngebuat kangen masa-masa ketika masih di pertengahan diantara para kelas junior dan senior di sekolah.

Dan di kelas 9 ini, belakangan ini gue dekat dengan beberapa adik kelas. Berawal dari gue kelas 8, gue dekat dengan seorang adik kelas. Kadang curhat, kadang lucu-lucuan. Dan akhirnya, berawal dari pertama kali pertemuan eskul jurnalistik, gue mulai dekat dengan beberapa adik kelas lainnya, dan mereka ini memang teman dekatnya teman gue.

Dan, soal guru-guru di Spansa ini, banyak yang buat gue salut. Seperti guru PKn gue. Biar dia udah tua, bahkan dari jaman sepupu gue yang meluangkan 3 tahun di Spansa juga dari tahun gue lahir, dia masih keliatan aktif banget ngajarnya. Setiap bab, pasti akan diberi catatan berupa print-out kertas, dan ulangannya gak bakal beda jauh dari yang di sana.

Kalau ada guru yang enak, tentu saja ada guru yang gak enak. Seperti, guru matematika gue. Membingungkan untuk menjelaskannya gimana, tapi intinya: ngajarnya gak enak dan buat bingung dan buat selalu menguap karena sulit mencerna tulisan-tulisan di papan tulis. -_-

Namun, ada juga guru yang ngasi banyak kebebasan terhadap muridnya, seperti guru TIK/komputer gue. Gue suka cara mengajar dia. Termasuk, kalau ulangan, terkadang ada sistem "jual diskon", yang diskon itu didapatkan dari hasil jawab-pertanyaan, yang terkadang sulit pertanyaannya. Diskon itu sendiri digunakan untuk banyak bonus, apalagi ketika ulangan. Wkwk :))

Dan, Spansa juga, pulangnya bisa dibilang terlalu sore. Jika biasanya SMP lain pulang jam dua-an, ini bisa sampe jam 3an. Emangsih, buat capek, tapi capeknya ini bisa jadi alasan "Mama, aku mau tidur aja. Aku capek, mau istirahat" terus :p

Dan terakhir, tentang kelas terakhir gue di Spansa, "Fearless", atau kelas 9.3. Sama halnya kaya kelas gue dulu, ada enaknya dan enggak enaknya. But to be honest, baru di kelas ini yang anak-anaknya para kocak, dan bisa menambahkan mood. Dengan berwalikelaskan ibu Flora, guru agama Islam. Terkadang sih, ridiculous ( menggelikan ) juga, karena setiap hari pasti ada sebuah hal yang dapat ditertawakan. Dan juga, gue salut kelas ini setiap beberapa minggu, atau setiap bulan, melakukan kegiatan rutin seperti saling jujur ke sekelas.

And so far, itu aja tentang SMP gue. Thanks for reading :D

Leave a Reply

Time of the World

Blogger TemplatesMy Blogger TricksAll Blogger Tricks

Pageviews

Video Bar

Loading...
Powered by Blogger.

- Copyright © Life of a Teenager -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -