Blogger Tricks
Wednesday, 19 February 2014


Jadi, kalian tau apa itu eksis, atau anti-social? Yap. Eksis itu populer, anti-social itu gak populer. Eksis itu kece, anti-social itu biasa aja. Eksis itu menganggumkan, anti-social itu membosankan. Itu simplenya sih.

Orang yang eksis, kebanyakan biasanya orang yang dapat terbuka dengan publik. Atau, bisa karena dia kece, apa dia ganteng, atau karena sebuah sifat pada dirinya yang bisa membuat banyak orang tau akan orang tersebut. Mereka lebih suka suasana yang "berisik", dengan banyak orang di sekelilingnya untuk diajak ngobrol.

Sementara orang yang anti-social, biasanya orang yang sulit terbuka. Mereka lebih suka ketenangan, dan jarang untuk berkumpul dengan teman-temannya kecuali kalau memang diperlukan. Apalagi, orang yang pintar, namun pendiam. Apa emang aslinya enggak mau nyari teman karena sebuah alasan. Atau, karena jadi anti-social karena... "Capek" jadi orang eksis.

Memang banyak perbedaan diantara kedua itu. Terlalu banyak untuk dijelaskan. Namun, maupun eksis, atau anti-social, keduanya memiliki inti yang sama: yang penting masih bisa hidup untuk mengurus diri sendiri. Iya, mengurus diri sendiri. Kalo gak bisa, buat apa kita hidup? Dan juga, tentunya, memiliki pengaruh kepada kehidupan di masa sekarang, atau masa depan.

Sekarang, tentang eksis. Ada enaknya menjadi orang populer. Lo bakal banyak kenalan, teman. Banyak teman itu berguna banget, seperti ketika lo butuh bantuan contekan ketika ulangan, teman lo dapat dengan senang hati membantu lo dengan mudahnya, apalagi dari kelas lain. ( Tergantung orangnya gimana dulu, sih. -_- ) dan tentunya, apalagi yang ganteng dan kece, biasanya gampang untuk mendapatkan pasangan. Susahnya sih, menjaga sikap terhadap banyak orang itu wajib. Ketika terkadang lo melakukan kesalahan, baik kecil maupun serius, kalau udah nyakitin seseorang, atau banyak orang, bisa-bisa gosipnya udah kaya nyamuk bejibun. Cepat nyebarnya. Dan ujung-ujungnya, suara sorakan akan terdengar setiap kali lewat, karena kesalahan yang lo perbuat.

Kebanyakan, masalahnya itu seperti hubungan pacaran dan pertemanan. Misalnya, kalo lo mutusin seseorang, dan lo PHPin dia ( baik dengan sepengetahuan lo, maupun hanya si doi yang merasa saja, keduanya sama saja hasil akhirnya ), bisa-bisa lo malah bakal sulit mencari pasangan lagi, karena gosipnya terlanjur menyebar kalo lo itu PHP. Dan, ketika lo butuh bantuan teman, ketika udah ada gosip, atau emang fakta tentang lo yang udah nyakitin teman lo, baik fisik atau psikis, beberapa orang akan mencoba menjauh dari lo, karena mereka tidak mau untuk merasakan yang sama dengan temannya yang udah merasakan.

Dan juga, orang populer juga, biasanya ada yang tidak suka dengan orang populer itu tanpa disadari, tanpa diketahui orang itu. Biasanya, karena sifat, atau karena sebuah masalah.

Dan sekarang anti-social. Mereka ini spesies sosial yang lumayan jarang. Biasanya mereka itu terkadang cuek akan teman, gak peduli dengan apa yang terjadi dengan di sekitarnya, dan hatinya dingin ( bukan berarti orang anti-social itu dingin semua hatinya ). Rata-rata juga, mereka ini sering dibilang sombong dengan banyak orang. Karena, mereka lebih baik disapa daripada menyapa orang lain. Terkadang mereka jarang, bahkan hampir tidak pernah mencoba menyapa seseorang, bahkan yang berpapasan pun. Ini karena sifat natural mereka yang pendiam, dan cuek.

Anti-social juga, terkadang mereka ini "agak terbebas" dari bahaya gosip. Bukan berarti anti-social memang benar-benar gak bakalan digosipin. Tapi, mereka lebih bebas dengan kehidupan mereka sendiri. Terkadang, mereka gak suka kalau diganggu terlalu banyak. Juga, mereka gak terlalu peduli soal pacaran. Ada sih, anti-social yang pacaran. Tapi menurut pengalaman gue dengan orang anti-social, ini hanya terkadang saja terjadi.

Ada teman sekelas gue yang curhat ke gue, "Kalo gue sekarang suka dibully, suka dikongek, mending nanti SMA gue jadi anak yang pendiam, dan gak kepengen punya teman dan.... Pacar."

Menurut gue, itu sulit. Mengapa?

Takdir. Iya, seseorang yang udah terbiasa menjadi eksis, atau anti-social, mereka akan sulit untuk "berpindah pilihan jalan hidup". Ini bakal butuh waktu lama, kalaupun bisa. Karena faktor keadaan yang sudah terbiasa mereka jalankan sejak dari kecil hingga sekarang. Orang yang udah terbiasa kesepian ( atau, dia lebih menikmati ketenangan ), sulit untuk beradaptasi dengan keadaan dia nanti yang ramai. Ujung-ujungnya, mereka akan kangen dengan keadaan mereka yang selalu tenang. Orang yang udah terbiasa dengan keramaian dengan bermacam-macam bahan obrolan, akan sulit dengan keadaan dia nanti yang akan selalu kesepian. Mereka akan merasa terlalu kesepian untuk menjadi seorang manusia.

Kecuali, kalau memang mereka berniat untuk berubah. Dan, kalau mereka sudah tidak tahan karena pilihan hidup yang salah.

Memang, ribet, sebenarnya. Memilih pilihan jalan hidup seperti ini itu kayak memilih jurusan saat kuliah. Salah-salah, harus mengulang dengan awal yang baru lagi. Atau, terpaksa menjalankan dengan sulit dan selalu kepayahan.

Gue sendiri, pengalaman gue akan merubah pilihan jalan hidup, ternyata memang sulit. Gue ingin menjadi seseorang yang enggak diganggu banyak orang. Namun percayalah, perasaan lo lama-lama akan kangen dengan semua gangguan itu.

Gue pernah dengar, ada orang yang menjalankan hidupnya dengan "pilihan hidup setengah-setengah". Maksudnya, ia terkadang dapat eksis di waktu tertentu, dan ia akan menjadi anti-social di saat moodnya yang tidak pas untuk banyak orang di sekitarnya. Biasanya, orang seperti ini moody. Tapi gue salut, bisa yah kayak gitu. -_-

Untuk ini, segini saja post tenang eksis atau anti-social ini. Dan, maaf jika ada yang merasa tersinggung karena tulisan-tulisan di atas. Later again, fellas! ;)

Leave a Reply

Time of the World

Blogger TemplatesMy Blogger TricksAll Blogger Tricks

Pageviews

Video Bar

Loading...
Powered by Blogger.

- Copyright © Life of a Teenager -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -