Blogger Tricks
Thursday, 20 February 2014


Setelah hujan, biasanya keadaan lingkungan sekitar kita akan menjadi segar. Biasanya juga, bakal jadi penuh genangan air tawar ( atau terkadang, air asam ). Dan biasanya, di saat inilah, para orang-orang biasanya, akan duduk di kursi, sembari menikmati secangkir kopi dan ngemil kue. Atau, terkadang, bakal duduk dengan di depannya terdapat jendela yang memperlihatkan tetesan air yang jatuh dari puluhan kilometer di atas langit.

Di masa hujan kayak gitu, biasanya banyak orang bakal galau. Apa karena hujan adalah cermin dari perasaan seseorang, terkadang, atau di saat yang kebetulan, ketika mereka emang sedang galau, tiba-tiba hujan turun. Perfect timing, sometimes, hanya untuk orang yang beruntung kalau bisa begitu. Terkadang, lagu yang cocok juga adalah lagu yang seirama dengan tetesan air hujan, atau, suasana sunyi yang dihiaskan dengan suara.... Isakan.

♬After the Rain, composed and sang by Adhitia Sofyan.

If I could bottled the smell of the wet land after the rain
I’d make it a perfume and send it to your house
If one in a million stars suddenly will hit satellite
I’ll pick some pieces, they’ll be on your way

In a far land across
You’re standing at the sea
Then the wind blows the scent
And that little star will there to guide me

If only I could find my way to the ocean
I’m already there with you
If somewhere down the line
We will never get to meet
I’ll always wait for you after the rain


Link for Song: Here.

Gue suka lagu satu ini yang dibuat, dan dinyanyikan oleh seorang gitaris Indonesia, Adhitia Sofyan. Menceritakan seseorang yang sedang ( dan selalu ) waiting seseorang, dengan tema sehabis hujan di pantai. Memangsih, cocok. Ketika hujan, pasti di suatu tempat akan sepi banget, kan? Makanya, sehabis hujan dengan aroma udara yang segar dan bisa dijadikan parfum.

Sekarang fokus ke topik.

Dan soal "After the Rain" sebenarnya yang gue maksud sekarang, adalah ketika seseorang yang meneteskan air mata. Nangis itu bisa sama dengan hujan. Dan tentang "ketika seseorang sesudah nangis, mereka akan merasa lebih lega", gue setuju, ada kaitannya dengan hujan juga. Ketika mulai hujan, awal-awal gerimis dulu, atau sama ketika mengeluarkan tetes pertama air mata. Lama-lama akan menjadi deras, dan di mana saatnya seseorang juga tidak bisa menahan perasaan hatinya yang terlalu sakit untuk dijelaskan. Hingga lama kemudian, hujan akan menjadi gerimis dan akhirnya berhenti, atau sama saja, ketika seseorang mulai lega perasaannya dan mulai berhenti nangis. Dan ketika hujan sudah berhenti, keadaan sekitar sudah segar, sama saja ketika lo nangis, keadaan di hati biasanya akan lega.

Alasan seseorang menangis itu bisa bermacam-macam. Persahabatan, keluarga, hubungan. Bahkan, candaan, sebuah kalimat, atau sebuah kata, bisa memancing air mata. Jangan bilang enggak buat nangis itu mudah. Jangan bilang menahan perasaan itu mudah. Menahan itu sulit, menahan kesabaran, menahan sebuah meteor yang jatuh dari ratusan kilometer dari langit, apalagi.

Menahan amarah aja sulit, apalagi menahan kesedihan. Anggapkan hati itu tempat minum. Kalau diisi air panas, atau amarah, tempat minum itu akan semakin panas, dan jika diisi terlalu penuh dengan air panas, air panas itu akan tumpah, sama dengan hati. Gak bisa diisi amarah terlalu banyak. Sama hanya dengan galau, atau air dingin. Dan itulah hati, gak bisa diisi dan menahan terlalu banyak amarah, atau perasaan galau. Jika terlalu berlebihan, pasti akan dikeluarkan dalam bentuk ngamuk, atau dengan mengeluarkan hujan deras dari mata.

Setiap orang memiliki kapasitas isi perasaan hati yang berbeda. Ada yang emang bisa sampe sebanyak galon air minum, ada yang cuma sekecil tutup botol minum. Itu kenapa ada kata "sensitif" dan "tidak sensitif" di kehidupan kita. Orang yang tidak sensitif, atau cuek, biasanya biarpun kapasitas hatinya kecil, gak akan mudah terisi dengan perasaan. Jadi, yang cuek ini akan kebal dari banyak candaan dan kata-kata yang biasanya menyakitkan. Tapi, belum tentu dia akan tahan dengan serangan perasaan sakit yang terus menerus setiap hari. Setiap manusia pasti pernah marah, atau sedih. Coba aja lo lemparin batu ke kayu. Mau seberapa tebal dan seberapa kuat batu tersebut, lama-lama, akan hancur si kayu tersebut karena tekanan dari batu. Sama aja kayak hati.

Hati juga terkadang gak bisa diprediksi untuk menangkap "serangan menyakitkan", atau hanya melepaskannya saja. Maksudnya, ketika lo misalkan bercanda terhadap suatu hal ke orang lain, kita gak bisa tau, apa orang itu akan ketawa, atau justru malah tersinggung. Jadi, jangan anggap candaan yang lo pake ke satu orang, akan mengundang tawa terhadap orang yang lainnya.

Dan, kali ini, itu aja yang pengen gue post. Cyao all later! :D
s

Leave a Reply

Time of the World

Blogger TemplatesMy Blogger TricksAll Blogger Tricks

Pageviews

Video Bar

Loading...
Powered by Blogger.

- Copyright © Life of a Teenager -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -