Blogger Tricks

16+/17

Mengerti maksud judul di atas?
Kalau mengerti, bagus.

Masa-masa remaja ini mulai masuk ke tahap pendewasaan ketika kita beralih ke umur ganjil, 17 tahun. KTP, SIM, udah bisa punya, kerja pun udah mulai bisa melamar di beberapa tempat yang memang menerima. Dan, transisi ini juga kadang mempengaruhi cara berpikir seseorang, atau bahkan 'memaksa' seseorang untuk mulai merasakan perbedaan dari sebelumnya. Apa yang dirasakan setelah 16 tahun hidup di dunia ini, ada yang harus berubah, demi 64 tahun/lebih kedepannya.

Mendewasakan diri itu hal tersulit pas jaman transisi ini. Jujur aja deh.

Bangun sendiri jam 4.30 hanya dengan alarm, menjaga waktu karena time-managingnya mulai ketat, seimbangin antara main dan belajar (yang satu ini? Feels. As. Hard. As. Hell.), dan banyak deh. Kebanyakan kalau disebutkan. -_-

Mendewasakan diri dari segi perasaan dan hati, serta cara mikir itu adalah yang paling tersulit ketimbang yang disebutkan di atas.

Bagaimanakah mengatasi masalah dengan seorang teman karena salah pahan tanpa buat masalah lagi?
Bagaimana mengatasi masalah dengan guru?
Atau, bagaimana mengatasi masalah perasaan?

Masalah? Face it!
Meskipun memang harus menanggung malu.

Yang terakhir? Penghambat utamanya adalah labil.
Labil.
Nyadarin diri aja, gue masih labil juga kok.

Susah kan, melepaskan dari sifat labil? Labil dalam memilih, apalagi.
Sampai sekarang aja gue enggak mengerti bagaimana caranya lepas dari sifat itu.

Namun, meskipun labil juga, dasar kedewasaan sebenarnya: diam.

Menghindari masalah dengan diam.
Mengapa masalah dengan diam.
Menjaga privasi seseorang yang sudah dipercayakan ke lo, dengan diam.
Dan banyak lagi.

Selain diam, ada juga: sabar.
Wah. Inimah. Ahaha. Parah. Susahnya.

Sabar Itu kunci dari diam.
Daripada masalah dibalas masalah, mending diam kan?

Kekanak-kanakan sebenarnya juga boleh, malah bagus. Asal, munculkan juga kedewasaanmu. Dunia yang terlalu serius itu gak bakal asik lagi. Monoton itu enggak enak.
Tapi terlalu kekanak-kanakan disekitar kedewasaan itu malah membuat risih sendiri kadang.
Makanya, seimbangkan. ;)

"We already grown up to the changes that should be up" -  Anonymous.

Monday, 28 September 2015

Perasaan.

Perasaan.

Feelings ruled the world since the first born human.

Jangankan orang lain, logika diri sendiri aja bisa terpengaruh abis dengan perasaan.

Senang.
Sedih.
Baper.
Sakit.
Laper.
Kenyang.
Haus.
Grogi.
Sawan.
Cinta.
Sayang.
Taksiran.
Fans.
Sakit hati.
Sakit kepala.
Sakit perut.
Gak boker tiga hari.
Gak main Clash of Clans seminggu karena bokek kuota.
Enggak megang tangan seseorang secara romantis lama banget. *abaikan satu ini....

Iya. Itulah perasaan.

Tidak seperti logika, perasaan membawamu bersamanya selalu. Bahkan ketika 'sudah! Cukup!' terdengar terlalu sering di kepala.

Membawamu hingga ke ujung jurang untuk menentukan.

Maka jatuhlah, atau tetap bertahan.

Inikah?
Sakit?
Percaya diri yang berlebihan?

Monday, 24 August 2015

Pedekate.

Pendekatan.
Hal yang biasanya tersulit untuk dilakukan.

Mau pendekatan buat jadian, apa pendekatan agar tanggal tua bisa ngutang, atau pendekatan ke menteri pendidikan agar diluluskan UN.

Semuanya, sama-sama susah.
Susah.
Susah.
#terngieng-ngieng kata susah di kepala...... 😂

Dimana-mana untuk mendekat itu butuh kesabaran dan waktu yang tepat. Terlalu cepat mendekat, gagal. Karena capek duluan, dan keburu risih duluan. Terlalu lama mendekat, gagal. Karena ketinggalan bis duluan, keburu diambil orang tempat duduknya.
Kecepetan dateng juga, bau badan. Risih si doi deketinya. Kelamaan dateng, dia bisa bosan karena kelamaan menunggu. (iye juga kalo die nunggu....)

Kehati-hatian juga perlu. Kecepatan, bisa kesandung batu, jatoh, mati. Kelamaan, keburu ditinggal (lagi).

#NP And I Love Her, Passenger.
Haha njir lagunya..... -_-

"She's as new as the springtime,
Strong as autumn blows
Warm as the summer
And soft as the snow
She's a thousand miles from here
But she's everywhere I go
Cuz I love her"

Efek kelamaan jomblo nih. Sialan. -_-

1. Jangan terlalu berharap.

Iya. Benar. Dalam pendekatan, jangan berharap terlalu lebih kalau dia bakal menjadi milik lo. Usahakan biasa saja menghadapinya.
Inilah sebab utamanya muncul PHP. Pemberi (dan Penerima...) Harapan Palsu. Karena ke-GR-an, biasanya.

2. Jangan terbirit-birit.

Ah, yang satu ini.
Baru beberapa hari, udah makai emotikon "{}", si emot peluk. Mending kalau diterima itu emotikon. Lha?
Ujung-ujungnya kalo enggak? Si doi keburu risih duluan. Disangkanya kenapa. Gagal deh, pendekatannya.

Santai aja. Pendekatan itu kayak jalan macet. Pelan-pelan tapi pasti.

3. Jangan takut.

Iyash. Don't be scared, just do it. No matter what will happen.
Beberapa orang emang udah terbiasa dengan pendekatan. Namun bagi orang yang sulit untuk mendekat, ini seperti meloncati tebing.
Inti utama dari pendekatan adalah, jangan takut. Meskipun itu takut ditolak, atau takut keburu ilfeel duluan karena salah melakukan sesuatu.

Justru terkadang, melakukan itu akan mengekspos respon dari doi.

"Ngobrol secara langsung bisa membuat lebih dekat dengan lebih mudah".
- kak Andryan, salah seorang senior gue.

Jangan takut akan kehilangan, terutama. Balik ke poin satu, alasannya.

4. Jangan lebay karena enggak kontak.

Ini adalah poin tersulit.
Ketika sedang chat, seringkali dianya hanya read atau readnya lama banget, atau seringnya HPnya mati.

Jangan lebay. Marah-marah sama dia karena hal itu adalah hal bodoh.

Faktornya terlalu banyak. Tapi yang seringnya?
Gangguan operator.
Dianya sibuk.
Dianya emang terbiasa enggak selalu di depan HP.
Lo enggak beruntung karena dia enggan menerima lo.

Sip kan? Sip.

5. Jangan posesif.

Duh. Belum dimiliki aja udah posesif. Kata bang Alitt sih, #poseshit.

Ini adalah yang paling ngeselin. Belum punya aja, udah wajib lapor terus menerus, atau yang lainnya yang engga gue ngerti.

Biasanya, yang posesif bakal terbunuh duluan. Apalagi yang doinya pasif.

Jangan paksa dia, demi keselamatan lo sendiri juga.

That's all thou. Hehe.
Semoga post ini (enggak) bermanfaat bagi yang sedang mendekati tapir liar! :3

Saturday, 28 March 2015

Gone.

"Jadi, seorang anak kecil bermain dengan boneka kesayangannya. Setiap hari pasti dibawanya ke mana-mana, dari kamar ke kamar, sampai juga ke sekolah.

Namun seiring waktu dimakan oleh dunia, anak itu lama kelamaan bosan dan mulai meninggalkan boneka itu. Ia sudah menjadi pribadi yang hanya memikirkan tugas, tugas dan tugas.

Boneka itu hanya pasrah saja, ketika debu mulai menyelimutinya. Tanpa ada yang peduli lagi. Seakan waktu memakan dirinya, terlantar di dalam sebuah kardus besar berisi barang bekas".

Nah, sifat dasar manusia mah sebenarnya simple saja:
Dapat -> antusias -> terus berjalan waktu -> bosan -> lupakan.

Dan gitu terus sampai dunia habis masa berlakunya.

Lupa akan sesuatu itu terkadang merubah hidup seseorang juga, termasuk hidup orang lain juga loh. Jadi jangan salah. Dan jangan heran, mengapa seseorang bisa berubah pandangan terhadap lo karena melupakan aja suatu hal.

Contohnya, melupakan tanggal penting saat pacaran. Yang cowok.. Ah, pasti taulah bagaimana rasanya diamukin gara-gara itu.  #ngehesekali.

Namun, yang membuat sedih itu ketika kenangan yang 'membunuh pikiran perlahan-lahan' enggak bisa dihindarkan untuk dipikirkan kembali. Semua orang pasti punya dong kenangan seperti itu. Berujung trauma malahan bagi beberapa orang. Tapi, jangan salah. Justru kenangan seperti itu yang membuat kita sadar di saat waktunya ada masalah yang berkaitan, bahwa yang terjadi saat kenangan itu, harus terjadi lagi, atau hindari sebisa mungkin.

Menganggu memang kenangan seperti itu. Yang nulis ini aja punya banyak kok.

Jika ada sebuah kenangan yang sebenarnya menganggu, namun ingin, bahkan harus terjadi lagi, usahakan untuk membuat kenangan itu terwujud untuk kesekian kalinya. Cara inilah, yang sebenarnya membuat kenangan itu memudar, seperti tugas guru killer saat sekolah. Kalau dikerjakan capek memang, namun tidak dikerjakan malah membuat pikiran kacau balau.

Mending mana hayo?

Dan, jika ada sebuah kenangan yang mengganggu, dan sampai kapanpun enggak mau terjadi lagi, usahakan jangan lupakan kenangan itu. Menganggu memang, namun justru gangguan inilah yang membuat kenangan itu tak terulang lagi.

Contoh sederhana. UN lo misalnya nilai bahasa Indonesia hancur. Usahakan untuk tetap ingat pastinya kenangan itu. Sometimes, it works. As it make the things gone better.

Dan, yang paling gue enggak suka selama ini adalah seorang teman yang melupakan begitu saja apa yang diperbuat demi orang itu.

Dan iya, gue juga pernah kayak gitu kok. Yang baca ini aja pasti iya, kan? Introspeksi diri aja, deh. Jangan salah menyalahkan.

Baik disengaja maupun tidak, yang sakit itu hati kecil dan pikiran juga loh terkadang. Bukan yang melupakan, yang dilupakan.

Apalagi yang udah tulus menghilangkan waktunya demi membantu temannya itu. Bantuannya ngebuat dirinya kesusahan sendiri lagi.

Setulus-tulusnya orang, pasti butuh balasan juga, sekecil apapun itu.

Contoh, seorang cowok, meskipun adalah mantan dari seorang cewek, dia masih mau membantu dengan tulusnya si cewek itu. Yang tanpa disadarkan sama sekali, cowok itu membantu setulus dia yang masih sayang dengan ceweknya itu dulu. Menghabiskan waktunya yang seharusnya digunakan untuk pekerjaan pribadinya. Meskipun juga sedang letih dan kesal karena pekerjaan pribadinya juga, masih saja ia membantu.

Beberapa hari kemudian, si cowok kesepian. Ia hanya membutuhkan beberapa tulisan berisi balasan. Diajaklah si cewek untuk chat.

Hanya saja, balasannya singkat, lama pula. Tidak menyakiti hatinya sih, sampai ia melihat "Safitri retweeted... Blablablabla" berentetan di timeline Twitternya, diwaktu ia membutuhkan percakapan meskipun hanya berbentuk tulisan.

Dan itu berlanjut sampai hari di mana tulisan ini dibuat.

"Hingga waktu yang lama selesai memakan jalannya dunia, kardus itu dibuka kembali. Terlihatlah boneka yang sudah usang itu memasang raut muka sedih. Diambilnya lagi boneka itu, dicuci lagi, dan disayang lagi seperti dahulu. Dibukalah mata boneka itu, pemiliknya berganti lagi, namun dengan raut muka ceria yang selalu sama.

Dan lagi, waktu memakan jalannya dunia, pemilik boneka itu hanya memikirkan tugas, tugas, dan tugas.  Berbeda dengan dulu, sekarang, sang pemilik dan boneka itu, masih memiliki raut muka yang sama, meskipun sang pemilik hanya memainkannya saat waktu senggang yang sempit".

End of the post.

Saturday, 21 February 2015

Koran MAPALA nan Greget.

Percayalah. Ini bukan pertama kalinya gue buat sesuatu yang aneh-aneh... Seperti membicarakan masa depan tetapi belum merasakan bagaimana rasanya. -_-

Contoh salah satunya, ya inilah.
Enjoy 'em some.



P.S: Copyrighted, btw.
Thursday, 5 February 2015

Well, First (Published) Ever

Well, jarang ngepost yah ane. -_-
Iye. Semenjak gue putus koneksi terus-menerus (sampai sekarang syukurnya enggak, tapi paling beberapa hari lagi iya.... Lagi. ) jadinya susah buat ini itu.

But today, I proudly release a arrangement by myself.

Here it is. Just have a look for it.

Sincerely,
myself, ehehe.
Sunday, 11 January 2015

Candle, Fire, and Life

BLilin dan api. Tanpa lilin, gak ada api, gak ada kehidupan. Tanpa api, lilin ada, hidupnya rasanya kayak gak ada guna.

Anggap saja lilin itu elo, dan api adalah "hidup" lo.

Kenapa bisa hampir sama gitu?
Banyak alasannya.

Bisa jadi karena lilin yang sudah dihidupkan itu ditutup oleh semacam pelindung. Lama kelamaan api itu bakal mati, karena tidak adanya oksigen untuk proses oksidasi pembakaran. Sama aja kayak hidup, hidup yang terlalu tertutup bakal jadi hidup yang
... Oke. Lo tau kayak gimana. Udah susah. Kebanyakan iri ini itu.

Lilin juga (harus) selalu hidup. Membuatnya makin lama makin pendek. Terasa seperti hidup lo dari awal sampai akhir bernafas. Api dari lilin juga bisa tertiup dan bergoyang-goyang hingga hampir mati. Seperti rasa keputus asaan.

Lilin ada juga yang jatuh dan (hampir) mati. Seakan seperti lo kena suatu musibah, tapi bisa berdiri lagi. Atau kalau tidak beruntung, meninggal.

Ada juga parafin dari lilin bisa 'digunakan kembali' dengan sumbunya. Tak bertahan lama memang. Sama kayak orang yang pengen hidup di dunia lama-lama meskipun waktunya sedikit.

Anyway, thanks for a bestfriend of mine for a word, 'cande' . Simple, but it inspires me to post this. :D

Dan maaf kalau tulisannya gak sepanjang dulu-dulu. Susah dapat ide dan sekolah baru ini memang sedikit berat. #curcol.

Sunday, 7 September 2014

Time of the World

Blogger TemplatesMy Blogger TricksAll Blogger Tricks

Pageviews

Video Bar

Loading...
Powered by Blogger.

- Copyright © Life of a Teenager -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -